Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris
atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah
suatu peradangan atau pembengkakan yang muncul di bibir anus, ditandai dengan
munculnya suatu bintil ( benjolan ) yang lazimnya berukuran kecil, yang
tentunya akan sangat mengganggu bagi si penderita dalam melakukan aktivitas
sehari-harinya, seperti bekerja, berjalan,duduk dan lain-lain.
Tingkatan stadium keparahan wasir :
1. Wasir stadium 1 : Wasir yang berdarah tetapi tidak
prolaps.
2. Wasir stadium 2 : Wasir yang prolaps dan menarik pada
mereka sendiri (dengan atau tanpa pendarahan).
3. Wasir stadium 3 : Wasir yang prolaps tetapi harus didorong
kembali oleh jari tangan.
4. Wasir stadium 4 : Wasir yang prolaps dan tidak dapat
mendorong kembali masuk wasir Keempat derajat juga mencakup wasir yang
thrombosed (mengandung bekuan darah) atau yang menarik banyak pada lapisan
rektum melalui anus.
1.Di sekitar anus terdapat bintil-bintil berwarna merah
kebiru-biruan.
2.Di dalam anus terasa gatal, panas dan pedih .
3.Keluar lendir atau darah ketika buang air besar.
4.Terasa sakit ketika mengejan (ngeden) saat BAB.
5.Kadang terasa sakit di punggung bagian bawah.
Sejumlah faktor dapat menyebabkan formasi dari Ambeien
termasuk kebiasaan buang air besar tidak teratur (konstipasi atau diare),
olahraga, nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen
(berkepanjangan tegang), genetika, tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan
penuaan.
Faktor lain yang dapat lain yang dapat menyebabkan wasir
diantaranya adalah :
1.Terlalu lama duduk ( duduk seharian )
2.Menderita diare yang lama ( diare yang tidak kunjung
sembuh )
3. Adanya perubahan hormon esterogen yang meningkat pada
wanita hamil
4.Karena faktor keturunan dari penderita wasir
5.Melakukan hubungan sex yang tidak lazim
6.Sering mengalami sembelit/konstipasi saat BAB
7.Terjadinya penekanan kembali aliran darah vena
8.Pola makan yang sembarangan ( merokok, sering makan
makanan yang pedas dan bersantan, sering minum alkohol dan soda ) dan gaya
hidup yang tidak teratur
9.Kurang berolahraga
10.Sering mengangkat beban yang berat-berat
1. Banyak makan serat
Salah satu penyebab wasir pada ibu hamil adalah karena saat
itu ibu mengalami sembelit. Sembelit mengakibatkan ibu harus mengejan lebih
kuat untuk mengeluarkan feses sehingga terjadilah peningkatan tekanan pada
rektum dan perineum, pembuluh darah dan akhirnya membengkak serta keluar
membentuk tonjolan kecil. Banyak mengkonsumsi serat akan membantu feses menjadi
lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Serat dapat diperoleh pada sayuran hijau dan
buah – buahan. Kebiasaan makan makanan banyak serat harus dilanjutkan pasca
melahirkan. Tidak saja mencegah sembelit tetapi juga memperlancar produksi ASI.
2. Jangan duduk dan berdiri terlalu lama
Jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk duduk terlalu
lama, ibu bisa menggunakan bantal berbentuk donat. Bantal yang memiliki lubang
di tengahnya ini akan memberikan sedikit ruang untuk anus agar tidak tertekan.
3. Berendam dengan air hangat
Sekali sehari berendam air hangat akan mengurangi rasa nyeri
pada anus. Setelah itu oleskan salep untuk wasir yang diresepkan dokter.
4. Minum air putih
Selain mengkonsumsi banyak serat, memperbanyak minum air
putih juga akan membantu mengatasi wasir pasca melahirkan. Minumlah air putih 2
liter sehari, bahkan bisa lebih dari itu. Asupan cairan yang cukup akan
membantu mempelancar saluran pencernaan, sehingga ibu tidak lagi mengalami
sembelit.
5.Operasi
Pada kasus wasir yang permanen, dokter akan menganjurkan
untuk dilakukan tindakan operasi. Sekarang sudah ada metode operasi tanpa
pemongan jaringan hemoroid dengan resiko rasa sakit setelah operasi yang lebih
sedikit dan pemulihan yang lebih cepat.
Begitu gejala-gejala wasir mulai dirasakan, seharusnya
perubahan perilaku kebiasaan dan makan harus diubah. Hanya selama ini wasir
lebih dianggap gangguan kenyamanan dan bukan penyakit sehingga sering
diabaikan. Padahal bisa menyebabkan peningkatan resiko selama proses
melahirkan. Jika wasir pasca melahirkan masih berlanjut, maka pengobatan oleh
dokter harus dilakukan hingga sembuh, bahkan dengan tindakan operasi jika
perlu. Kondisi tanpa wasir harus dijaga terus untuk kenyamanan hidup dan
keamanan kehamilan selanjutnya.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar